Hepatitis C

Hepatitis C adalah penyakit hati yang di sebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Virus ini termasuk virus yang membahayakan dan dapat menyebabkan kematian karena virus hepatitis C memiliki tingkat mutasi yang tinggi dan dapat menghasilkan regenerasi virus yang beragam. Bahkan hingga saat ini masih belum di temukan vaksin yang dapat mencegah virus hepatitis C.

Penularan virus hepatitis C dapat terjadi melalui memakaian jarum suntik yang bergantian dan melalui darah yang telah terkontaminasi virus hepatitis C. Dalam aktivitas keseharian penularan virus hepatitis C dapat terjadi pula melalui alat pribadi yang di gunakan secara bergantian dengan penderita hepatitis C seperti sikat gigi, alat cukur, handuk dan alat manicure. Orang yang melakukan hubungan seks dengan banyak pasangan atau sering berganti pasangan seks memiliki resiko terinfesi virus hepatitis C lebih besar. Namun penularan melalui ibu ke bayi saat melahirkan jarang terjadi dan kegiatan menyusui bayi juga tidak terjadi penularan virus hepatitis C.

Gejala yang sering di alami penderita hepatitis C akan sulit untuk di deteksi meskipun itu sudah lama terinfeksi, namun mungkin ada beberapa gejala yang dapat di jadikan sebagai patokan, antara lain:
  • Influenza.
  • Demam.
  • Lelah, letih dan lesu.
  • Perut terasa nyeri.
  • Warna kuning pada mata.
  • Diare.
  • Warna urine berubah.
  • Nafsu makan berkurang.
Penderita hepatitis C harus menerima perawatan lebih cepat dan intensif. Dalam masa penyembuhannya penderita memerlukan waktu yang sangat lama namun kadang kala itu tidak membantu. Untuk pengobatannya adalah dengan menghilangkan infeksi virus hepatitis C dari dalam tubuh agar penyebaran dan berkembangnya dapat di cegah karena dapat menyebabkan kerusakan hati. Ada 3 senyawa yang dapat di gunakan dalam pengobatan hepatitis C, yaitu:
  1. Interferon Alfa adalah protein yang di hasilkan oleh tubuh sebagai sistem kekebalan tubuh.
  2. Pegylated Interferon Alfa adalah penggabungan molekul yang di sebut Polyethylene Glycol dengan molekul Interferon Alfa.
  3. Ribavirin adalah obat anti virus yag penggunaannya bersamaan dengan Interferon Alfa. Ribavirin akan lebih efektif bila di kombinasikan dengan Interferon Alfa.

Sunber: Dari berbagai sumber.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar